Fajar (11 tahun), Penderita Cerebral Palsy Spastik yang Hafal Al-Quran

Ibu mana yang tak gundah saat mendapat kabar buah hatinya mengalami cerebral palsy spastik, dimana fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan dan kemampuan berpikir, mengalami gangguan. Terbayang sudah bagaimana tumbuh kembangnya nanti.

Cerebral Palsy (CP) adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan kesulitan untuk mengontrol pergerakan tubuh dan koordinasi otot pada bayi baru lahir. Hal ini dapat terjadi sewaktu bayi lahir atau beberapa saat setelahnya akibat komplikasi dalam kehamilan. CP biasanya dihubungkan dengan kerusakan atau perkembangan yang abnormal pada otak janin.

Penyebabnya belum diketahui namun faktor resikonya termasuk kelahiran prematur dan mengalami komplikasi selama persalinan, seperti infeksi ibu atau trauma.  Kebanyakan masalah ini terjadi ketika bayi masih dalam kandungan, tetapi dapat juga terjadi kapanpun dalam dua tahun pertama ketika otak bayi masih berkembang.

Selama ini dikenal ada 3 tipe utama dari CP: spastik, koreoatetoid dan hipotonik. Tipe yang paling sering terjadi adalah CP spastik, yaitu  kondisi dimana tonus otot meningkat sehingga menyebabkan kekakuan dan kesulitan bergerak. Tergantung dari tingkat ketidakmampuannya, individu mungkin memerlukan perawatan jangka panjang. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain osteoporosis dan kontraktur pada sendi. Individu dengan kondisi seperti ini sebaiknya segera menemui seorang dokter.

Yakin Al Qur’an sebagai Penyembuh

Semua orang tua menghendaki anaknya lahir dengan normal dan sehat. Namun harapan itu tidak selalu terwujud. Realitas seperti ini dialami oleh Heny Sulistiowati (36), saat mendapati lambannya tumbuh kembang anak ketika memasuki usia bulan ketiga. Fajar Abdurokhim Wahyudiono, anak bu Heny, dilahirkan 2 Oktober 2003 dengan berat lahir hanya 1,6 kilogram. Dengan kondisi tersebut Fajar harus berada di ruangan khusus (NICU), terpisah dari sang ibu.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan medis, ternyata Fajar mengalami cerebral palsy spastik. Tentu saja orang tua dan keluarga sangat sedih dengan kenyataan ini. Namun mereka memiliki semangat yang besar untuk mengusahakan kesembuhan dan kebaikan bagi ananda tercinta.

Suatu ketika, saat mengantar ASI untuk sang bayi di ruang NICU, Heny mendengar suara musik mengalun di ruangan khusus tersebut. Ia merasa tidak nyaman dengan suara itu. Bayi yang baru lahir saja ada anjuran untuk memperdengarkan suara adzan dan iqamah di telinganya, ini menandakan pentingnya menyeleksi suara yang masuk ke telinga bayi. Karena itu pasti akan berpengaruh terhadap kejiwaan bayi sampai masa tumbuh kembang nantinya.

Dengan keyakinan itu, Heny meminta izin kepada dokter dan perawat untuk memperdengarkan murottal (bacaan) Al-Quran di telinga si buah hati. Alhamdulillah permintaan itu bisa disetujui. Satu keyakinan mereka, Al-Quran sebagai syifa (obat), penyembuh segala penyakit. Berharap semoga ada kebaikan dengan langkah spiritual tersebut.

Pulang dari rumah sakit, dengan penuh kasih sayang, mereka berkomitmen untuk terus memperdengarkan murottal Al-Quran tiada henti-hentinya. Mereka pun memutuskan untuk tidak memiliki televisi dan tidak memperdengarkan musik di rumah. Heny menyampaikan, “Anak harus diperdengarkan yang baik-baik. Apa yang keluar dari Quran kan kebaikan. Itulah yang terbaik.”

Memasuki usia tahun ketiga, saat Fajar mulai tertarik dengan gambar, Heny membelikan Compact Disk (CD) interaktif Al-Quran yang bisa disetel di laptop. Suatu ketika Heny terkesima saat Fajar bisa menirukan akhir ayat dari Murottal Al-Quran yang diperdengarkan. Nyaris hampir setiap ayat bisa ditirukan. Berselang waktu, mulai bisa menirukan awal dan akhir ayat dan kemudian bisa menirukan secara utuh seluruh ayat.

Fajar Hafal Al Qur’an

Di usia Fajar 5 tahun, Heny memanggil guru Al-Quran untuk memastikan apakah benar Fajar sudah hafal Al-Quran. Setelah enam bulan dibimbing, guru Al-Qur’an menyampaikan bahwa Fajar sudah hafal 80 – 90 % isi Al-Quran, tetapi belum bisa runut. Ia merekomendasikan agar Fajar terus menerus dibimbing sampai bisa hafal dengan urut.

Setelah berganti beberapa guru, pada bulan Desember 2012, di usianya yang kesembilan, Fajar benar-benar hafal Al-Quran dengan runut. Subhanallah ! Ternyata anak yang mengalami keterbatasan karena cerebral palsy spastik, mampu menghafalkan seluruh Al-Qur’an.

Bukan sekedar hafal Al-Q!ur’an, Fajar paling suka bila diajak bermain tebak-tebakan ayat, ia bisa melanjutkan setiap penggalan ayat dan bisa menyebutkan nama surahnya. Yang juga menakjubkan, saat usia tiga tahun, diotak Fajar ada gelombang kejang. Juga ada rongganya. Biasanya, orang yang demikian akan mengalami hydrocephalus –yaitu kondisi dimana otak membengkak akibat tumpukan cairan, yang berakibat pada besarnya kepala penderita. Namun saat dilakukan tes Magnetic Resonance Imaging (MRI), semua itu sudah hilang. Semoga ini barokah dari Al-Quran.

Saat ini Fajar masih menjalani fisioterapi dan belajar di sekolah umum. Prestasi akademiknya juga luar biasa walau ia belajar hanya dengan mengandalkan ingatan, karena sampai sekarang belum bisa menggenggam alat tulis.

Fajar Ingin Menjadi Imam Masjidil Haram

Fajar punya cita-cita besar dan sangat luar biasa. Ketika diminta menyebutkan cita-citanya, inilah yang disampaikan oleh Fajar :

  1. Bisa berjalan
  2. Bisa pergi ke Mekah
  3. Bisa bertemu Imam As-Sudais
  4. Bisa menjadi Imam Masjidil Haram
  5. Bisa menulis buku
  6. Bisa membuat mobil
  7. Bisa membuat jalan tol
  8. Bisa membangun jembatan yang besar

Hobynya adalah mengumpulkan berbagai jenis Al-Quran. Bila tidur, ia akan terbangun bila suara murottal Al-Quran terhenti. Ada keinginan orang tuanya untuk menyekolahkan Fajar di Timur Tengah biar sekalian menjadi ulama, karena melihat potensi kuatnya hafalan Fajar. Semoga Allah mudahkan.

Keinginan besarnya untuk saat ini adalah bisa berangkat umrah dan bisa bertemu dengan Imam Masjidil Haram. Rencananya, jika tidak ada aral melintang, Fajar akan diberangkatkan bergabung bersama rombongan Umrah Wonderful Family yang saya bimbing, Insya Allah berangkat tanggal 22 Januari 2015

Semoga Allah berikan kemudahan dan keberkahan dalam kehidupan sang Fajar.

Laporan : Afrizal dan Tim Akademi Hufazh Indonesia

 

Tags: , ,